Sarang (Chapter 1)

image

Judul : Sarang
Author : Kimchoi n Vy
Cast : find it by youre self
Lenght : chaptered
Warn : terlalu banyak cast, cerita abal dan gaje, alur rada aneh

Diingatkan. Hati-hati dengan typo!

Selamat membaca^^

*********

Normal^^

Dua orang gadis itu berlari ke lantai bawah rumah mereka dengan terburu buru. Mereka hanya mengambil selembar roti, menggigitnya dan berpamitan pada penghuni rumah yang lain di sana. Kemudian bergegas keluar rumah.

Mereka bergegas menaiki motor mereka. Motor besar berbahaya yang biasanya dipakai balap. Motor yang seharusnya dipakai oleh seorang lelaki. Tapi ini adalah dua anak SHS. Dua gadis yang memakai rok! Rok! Salah satu yang berambut coklat memakai yang berwarna hitam sedangkan yang berambut hitam memakai yang berwarna merah terang.
.
.
Mereka sampai sekolah tepat waktu. Bahkan masih banyak waktu sebelum kelas dimulai. Lalu kenapa mereka terburu buru seperti itu? Jawabannya adalah loker mereka.

Dan benar saja. Ketika loker mereka terbuka, banyak kertas berbentuk amplop berwarna warni, bunga, bahkan coklat keluar dari loker mereka. Mereka menghela nafas lelah. Terlalu banyak penggemar mereka. Setiap hari selalu seperti ini. Mereka harus cepat cepat sampai sekolah agar mereka tidak memasukkan surat, bunga, dan coklat kedalam loker mereka. Sungguh menyebalkan untuk membawa banyak kertas yang isinya hanya pernyataan pernyataan yang tidak akan mereka terima. Juga bunga bunga mawar berduri menyebalkan yang kadang kala membuat tangan mereka berdarah. Apalagi coklat itu. Kenapa? Bukankah coklat itu enak? Oh ayolah… Mereka tidak mau terkena diabetes hanya karena terlalu banyak coklat. Jadilah kulkas rumah mereka penuh dengan berbagai coklat.

Dengan malasnya mereka memasukkan surat dan bunga ke kantong kresek dan kemudian membuangnya. kalau coklat mereka tidak akan membuangnya mereka akan membawa pulang coklatnya.

Mereka berjalan menuju kelas. Begitu memasuki kelas, mereka kaget bukan main melihat banyaknya hadiah berada di atas meja mereka. Salah satu diantara mereka mendengus kesal.

“Sekarang apa lagi coba? Nyebelin banget!” Kata gadis berambut hitam tadi. Ia berjalan lebih dulu dan menatap sebal kotak kotak berlapis kertas bergambar itu. Ia kemuadian membuka tasnya dan memasukan tangannya mencari sesuatu. Sesaat setelah menemukan apa yang ia cari, ia langsung mengeluarkan barang itu.

“Aku gak tau kamu bawa itu Chohyun!” Kata gadis berambut coklat yang tadi menemani Chohyun.

“Yah! Aku pikir, ini mungkin membantu, jadi aku bawa aja!” Kata Chohyun-gadis berambut hitam. Ia melebarkan paper bag yang dikeluarkannya tadi. Kemudian memasukkan semua hadiah itu kedalam paper bag.

“Entah kenapa, kamu mulai kayak Kai! Yang dibawa paper bag!” Celetuk Heejoong-gadis berambut coklat.

“Aku kan belajar dari dia!” Nyengir Chohyun. Kemudian mereka berdua tertawa.

“Ngomong ngomong! Aku kangen sama Kai! Baekhyun oppa juga! Mereka kembali minggu depan kan?” Tanya Chohyun. Hee joong mengangguk.

“Dan kita bertugas menjemput mereka! Selalu!” Kata Heejoong sambil mengagguk anggukkan kepalanya.

“Entah kenapa, aku merasa seperti pelayan, bodyguard, dan orang kantoran sekaligus. Kita yang bersihin rumah, kita yang jemput dan nganter, tapi kita selalu berangkat pagi, pulang paling telat. Ya ampun!” Kata Chohyun. Heejoong mengangguk setuju.

“Hmm… Memang sih! Melelahkan!” Kata Heejoong sambil duduk di kursinya setelah Chohyun memasukkan hadiah terakhir.

“Aku berharap hari ini gak ada yang harus kita kerjain di sekolah!” Kata Chohyun.

“Semoga aja! Harusnya Jieun eonni juga terlibat! Kai sama baekhyun oppa juga!” Kesal Heejoong. Harusnya memang! Karena Jieun satu tahun diatas mereka, Baekhyun yang dua tahun diatas mereka, dan Kai yang seumur mereka. Tapi Jieun harus mengurusi perusahaan ayahnya. Ia jadi berhenti sekolah. Yah, sebenernya yayasan sekolah mereka itu milik keluarga Jieun. Mereka hanya…. Kalian tau, anak angkat. Satu satunya saudara kandung di sana hanya Yoojung dan Kai. Selain itu, mereka tidak ada yang berhubungan darah.

Kembali lagi! Kai dan Baekhyun itu melakukan pertukaran pelajar SHS di cabang perusahaan yang ada di inggris. Tepatnya Newcastle. Mereka baru akan kembali minggu depan setelah 4 bulan berada di sana.

Hee joong dan cho hyun mengeluarkan headphone mereka dan memasangnya di telinga lalu menyalakan lagu kesukaan mereka masing-masing. Hee joong melipat kedua tangannya di meja dan menaruh kepalanya dilipatan tangannya. Sedangkan cho hyun dia bersandar ke jendela dan menikmati angin yang berhembus mengenai wajahnya. Mereka menikmati waktu beristirahat yang tenang ini sebelum mereka kembali pada dunia yang sangat melelahkan.

Tak berapa lama bel pun berbunyi. Mereka yang menyadari kelas mulai ramai pun melepaskan benda yang menyumpal telinga mereka dan duduk mengahadap depan. Segera setelah guru masuk, semua diam.

“Kita kedatangan siswa baru! Silahkan masuk!” Perintah Yoo saem-wali kelas mereka. Seorang lelaki masuk ke kelas itu. Tubuhnya tinggi, kulitnya pucat dan wajahnya datar. Kristal coklat terangnya menatap tajam dan lurus ke dalam kelas.

“Eoh! Itu…. Kayaknya aku pernah liat! Siapa ya?” Bisik Heejoong pada Chohyun.

“Iya! Eum…..siapa ya? Aku pernah liat dimana gitu!” Gumam Chohyun pelan.

“Anyeonghaseyo! Oh sehun imnida!” Lelaki yang bernama Sehun itu memperkenalkan dirinya.

“Aah! Itu kan temennya Kai di Newcastle! Katanya dia satu asrama sama Kai!” Ingat Heejoong. Chohyun menjentik pelan saat ia mengingatnya. Karena terlalu asyik mengingat, mereka tidak menyadari jika lelaki bernama Oh Sehun itu sedang berjalan ke arah mereka. Ia mendudukkan tubuhnya tepat di tempat duduk kosong di antara Heejoong dan Chohyun membuat keduanya kaget.

“Song Heejoong! Kang Chohyun! Kamu nanti temani dia berkeliling sekolah!” Perintah Yoo saem pada kedua gadis itu.

“Ne!” Sahut mereka kompak dan menghadap ke depan kembali. Selama pelajaran berlasung, mereka sama sekali tidak fokus. Heejoong sedari tadi terus melirik ke arah Sehun. Sedangkan Chohyun terus saja menempelkan kepalanya ke jendela di sebelahnya. Berusaha menjauh dari Sehun. Mereka merasa tidak nyaman sejak Sehun duduk diantara mereka. Sehun hanya diam saja walau dia sadar apa yang dilakukan dua gadis disebelahnya. Dia tidak terlalu peduli.

Bel istirahatpun akhirnya berbunyi, yoo saem mengakhiri pelajarannya dan keluar kelas. Anak-anak dikelas juga pada berhamburan keluar untuk istirahat. Sedangkan hee joong dan cho hyun, mereka masih diam di tempat. Mereka masih merasa tidak nyaman dengan adanya sehun diantara mereka. Akhirnya hee joong berdiri dan saat dia akan mulai berjalan, cho hyun memanggilnya.

“Hee joong! kau mau kemana?” tanya cho hyun.

“Ke kantin. Aku laper dan…” kata hee joong dan melanjutkan perkataan yang tidak diucapkan itu dengan melirik sehun.

“Aku ikut!” kata cho hyun langsung berdiri dari bangkunya.

“Hey kalian mau kemana? Kalian tidak ingat perkataan yoo saem tadi?” kata sehun sambil berdiri.

“Tidak. Aku tidak ingat sama sekali.” kata hee joong sambil menggelengkan kepalanya.

“Aku juga.” kata cho hyun berbohong.

“Nenek nenek!” Kata Sehun datar tapi menusuk.

“Apa?” Heejoong mendelik tak suka. Hei, mereka masih remaja. 16 tahun! Mereka masih enam belas tahun. Dari mana mereka terlihat seperti nenek nenek? Mereka ini cantik. Bahkan satu sekolah mengejar mereka.

“Kakek kakek!” Balas Chohyun. Sekarang giliran Sehun yang mendelik tidak suka.

“Aku bukan kakek kakek!” Kata Sehun marah.

“Kau itu kakek kakek. Rambut putih uban itu membuktikannya!(rambut sehun jaman growl)” Tunjuk Chohyun pada rambut Sehun.

“Ini fashion kau tau! Lagi pula kalian hanya perlu mengantarku keliling sekolah! Apa susahnya sih?!” Kesal Sehun.

“Ok ok! Puas?” Kesal Heejoong menyerah. Sehun tersenyum puas.

“Antarkan aku sekarang!” Perintah Sehun. Kedua gadis itu menghela nafas berat. Dengan terpaksa mereka mengantarkan Sehun keliling sekolah.
.
.
Mereka sampai pada bangunan paling terakhir, gedung kesenian. Heejoong memimpin jalan memasuki gedung dengan warna hijau itu.

“Disini ruang latihan music! Semua instrumen lengkap. Di sana ada ruang peran. Tempat latihan acting. Trus ruang vocal. Terakhir ruang dance. Semua ruangnya kedap suara.” Jelas Heejoong. Ia kemudian berbalik menatap Sehun. “Sudah kan?” Tanyanya. Sehun melihat sekeliling tanpa berniat menjawab pertanyaan Heejoong.

“Itu ruang apa?” Tunjuk Sehun pada sebuah pintu tertutup lain di gedung itu.

“Itu aula. Kita biasa pakai buat pentas.” Kata Chohyun. Sehun mengangguk.

“Kenapa SHS aja punya gedung sebanyak ini sih?” Keluh Heejoong. Chohyun mengangguk setuju. Mereka berbalik dan keluar gedung kesenian.

“Sudah kan? Kita pergi ya!” Kata Chohyun. Sehun mengangguk. Ia kemudian berjalan mendahului kedua gadis itu. Kedua gadis itu menghela nafas berat.
.
.
.
.
Pelajaran hari ini selesai, Chohyun dan Heejoong berniat langsung pulang kalau tidak ada desakkan dari Jieun untuk meminta mereka datang ke kantornya.

“Apa?!” Pekik kedua gadis itu.

“Kenapa? Cuma 3 hari kok! Kalian habis itu kembali lagi ke SHS!” Kata Jieun.

“Yaaah! Gak mau! Terlalu merepotkan!” Pekik Heejoong tidak suka. Chohyun hanya diam. Ia teringat sesuatu.

“Ayolah! Tahun ini kalian yang terpilih!” Pinta Jieun. Ia menyeruput kopinya.

“Waktu kita JHS juga kita kepilih!” Kata Heejoong protes. Sebenarnya mereka ditugaskan untuk menjadi mahasiswa percobaan untuk CHOHEE’s Collage. Sama seperti waktu mereka JHS, mereka juga menjadi siswa percobaan di CHOHEE’s Senior High School tempat mereka sekolah sekarang. Dan Heejoong ingat sekali pernah dibully habis habisan oleh para murid CHOHEE’s SHS waktu itu. Sehingga ia menolak. Chohyun sedari tadi hanya diam saja. Ia jadi seperti tidak terlihat.

“Udahlah! Kalian lakuin ato aku usir dari rumah!” Ancam Jieun. Kedua gadis itu bungkam. Ato mungkin hanya Heejoong. Karena sedari tadi memang Chohyun hanya diam.
.
.
.
.
CHOHEE’s Collage

Karena paksaan Jieun 2 hari yang lalu, berakhirlah kedua gadis ini berada di dalam kelas kampus ini. Mereka hanya disuruh duduk memerhatikan. Tidak usah mencatat ataupun mengingat. Hanya perlu memerhatikan saja. Tapi mereka harus mengikuti semua mata kuliah di kampus ini. Dan parahnya, di sana ada sekitar 27 mata pelajaran. Jadi mereka harus mengikuti sekurangnya 9 mata pelajaran dalam sehari. Merepotkan.
.
.
Pelajaran selesai, mereka berdua keluar kelas dan meregangkan tubh mereka yang terasa kaku. Jadi siswa percobaan saja sudah sulit, sekarangmereka jadi mahasiswa percobaan pula. Hidup mereka serba merepotkan.

“Ke kantin yuk! Laper!” Kata Heejoong. Chohyun mengangguk. Kedua gadis itu berjalan berdampingan. Mereka terpekik tertahan melihat kantin kampus itu.

“Wuah! Bagus! Kita mungkin harus mengajukan kantin kayak gini sama kepala sekolah!” Kata Chohyun sambil duduk di salah satu bangku kantin dekat jendela raksasa. Heejoong menyetujui perkataan Chohyun. Ia kemudian ikut duduk di bangku yang berhadapan.

“Biar aku yang beli! Kamu mau apa?” Kata Chohyun. Ia berdiri dan menatap Heejoong. Heejoong terlihat berfikir sebentar. Setelahnya ia menyebutkan aoa yang ia mau. Chohyun mengangguk dan meninggalkan Heejoong.

Sepeninggalan Chohyun, Heejoong memerhartikan seluruh kantin. Kantin yang luas dengan banyak kursi. Beberapa stand makanan. Dan tempat makanan prasmanan. Ia menunggu Chohyun kembali sambil memainkan Handphonenya. Ada pesan dari Kai.

From. Kai

Heejoooooooong!!!! Kudengar kau dan Chohyun jadi mahasiswa percobaan!

Heejoong mengernyit pelan. Tau dari mana dia?

To. Kai

Iya! Tau dari mana kau hitam?

Heejoong terkikik pelan saat menuliskan hitam. Mungkin ia akan dihajar nanti saat Kai pulang. Tapi kesenangannya tidak bertahan lama. Tiba tiba ada yang menggebrak meja tempat ia duduk. Ia terkaget pelan dan menatap jengkel orang yang menggebrak mejanya. Dapat dilihatnya seorang- bukan 4 orang lelaki tampan yang turung dari khayangan… /halah/

Salah salah! 4 lelaki menyebalkan yang menatap kearahnya mengintimidasi.

“Pindah!” Suruh lelaki yang menggebrak mejanya tadi. Heejoong mendelik tidak suka.

“Gak mau! Aku yang duluan di sini!” Kata Heejoong. Penghuni lain di kantin itu mulai berbisik bisik.

“Pindah kubilang!” Kata lelaki itu lagi. Heejoong tetap diam. Ia malah mengabaikan lelaki dihadapannya. Inilah yang ia tidak suka dari menjadi mahasiswa percobaan. Menyebalkan sekali. Lelaki itu menggeretak sambil memukul meja lagi. Tapi Heejoong masih mengabaikannya. Tak berapa lama Chohyun datang. Ia menaruh makanan mereka di meja dan ikut duduk di tempatnya tadi. Mengabaikan para lelaki yang berggerombol di mejanya. Tidak menatap mereka sedikitpun.

“Udahlah hyung! Kita pergi aja!” Kata salah satu lelaki lain. Pria tadi mendelik tajam. Ia mau tempat ini. Jadi ia harus mendapatkannya. Tekadnya.

Chohyun berhenti sejenak. Ia mengenal suara tadi. Ia kenal betul suara tadi. Suara lelaki yang memohon tadi. Ia mendongak melihat ke arah para lelaki itu. Metanya membulat saat melihat seseorang di sana.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
End! /salah/
Selesai! /eh bukan/
Berakhir /bukan bukan/
Bersambung……

Yah! Halo! Ini ff baru keluaran author. Gimana ffnya? Bagus? Jelek? Siapa ya yang dimaksud Chohyun? Penasaran gak? Kalo penasaran Comment ya! Awas gak dicomment! Bantai! Ok bai! Kebanyakan cuap cuap gak bagus!

Advertisements

About ECCEDENVY

Just A Human
This entry was posted in chaptered, drama, family, humor, romance and tagged , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s